Categories

December 7, 2011

Where is my laptop?!


Aku membawa laptop karena ada pelajaran ekonomi. Untuk mem-view tugas yang aku buat kemarin sore. Ya, mungkin saja ada sesuatu yang tidak cocok sehingga perlu diedit. Biar nggak merepotkan teman lain, makanya aku bawa laptop sendiri. Aku menaruhnya di tas biru yang kubeli tempo hari. lalu kugantungkan di motor dekat tempat kaki. Memang mempersempit ruang untuk kaki, sehingga kakiku hanya dapat tempat setengahnya saja.

Tapi ternyata, laptopku tidak kugunakan sesuai rencana. Bukannya untuk megedit tugas, malah kubawa ke perpustakaan. Niatnya sih mau internetan, tapi nggak tahu hotspot sekolah yang nggak berfungsi atau laptopku yang oon. Jadi, malah aku pakai main game. Need For Speed Underground yang lama tak kubuka aku mainkan lagi. Sulit juga ternyata. Mungkin karena lama nggak main jadi kagok. Tapi ujung-ujungnya tetap menang kok. Hihihihi... horeee...

Sekembalinya ke kelas, aku masukkan laptop ke dalam laci meja. Selama pelajaran berlangsung aku masih sadar laptopku ada di sana. Nah, saat pelajaran BK (Bimbingan Konseling), teman-teman dan Bu Hartani bekerja sama mengerjai Dessy yang sedang ulang tahun. Ia dipanggil ke depan dan dimarah-marahi. Kami berhasil membuatnya mengangis. Puas sekali. Hahahaha...

Suasana masih dalam rangka mengerjai Dessy. Ada yang menyiramnya dengan seember air, ada pula yang sekedar mencubit pipinya. Aku pun terhanyut dalam suasana riuh itu. Aku pun keluar kelas bersama teman-teman lain. Karena cacing-cacing di perut sudah nggak bisa diajak kompromi, aku menyegerakan pulang. Sampai di samping mushola, aku tersentak. Kok tempat kakinya longgar banget ya?

Astaga! Aku baru sadar laptopku nggak ada. Pasti masih di laci meja. Benar-benar ceroboh aku ini. aku pun kembali ke sekolah dan langsung berlari ke kelasku yang berada di pojok paling ujung. Sial! Pintunya sudah dikunci. Aku berlari lagi ke depan, ke pos satpam untuk pinjam kunci. Setelah urusan ijin peminjaman beres, aku langsung berlari legi ke kelasku, kelas X 5. Kumasukkan anak kunci ke lubangnya. Pintu terbuka.

Aku langsung menuju mejaku. Kuterngok lacinya. Ah, benar saja. Laptopku masih di situ. Aku pun langsung mengambilnya sembari keluar kelas. Pintu kukunci lagi. Barulah aku bisa bernapas lega. Aku pun melenggang dengan santai untuk mengembalikan kunci di pos satpam. Kemudian tanpa basa-basi aku langsung pulang.

Ah, laptopku. Aku nggak bisa sehari saja tanpa laptop. Terlebih akhir-akhir ini. Aku sangat membutuhkannya. Untuk belajar, untuk mengerjakan tugas, dan tentu saja untuk nge-blog. Aku berjanji nggak akan mengulangi kecerobohan ini lagi.

1 comment: