Aku membawa laptop karena ada pelajaran ekonomi. Untuk
mem-view tugas yang aku buat kemarin sore. Ya, mungkin saja ada sesuatu yang
tidak cocok sehingga perlu diedit. Biar nggak merepotkan teman lain, makanya
aku bawa laptop sendiri. Aku menaruhnya di tas biru yang kubeli tempo hari.
lalu kugantungkan di motor dekat tempat kaki. Memang mempersempit ruang untuk
kaki, sehingga kakiku hanya dapat tempat setengahnya saja.
Tapi ternyata, laptopku tidak kugunakan sesuai rencana. Bukannya
untuk megedit tugas, malah kubawa ke perpustakaan. Niatnya sih mau internetan,
tapi nggak tahu hotspot sekolah yang nggak berfungsi atau laptopku yang oon. Jadi,
malah aku pakai main game. Need For Speed Underground yang lama tak kubuka aku
mainkan lagi. Sulit juga ternyata. Mungkin karena lama nggak main jadi kagok. Tapi
ujung-ujungnya tetap menang kok. Hihihihi... horeee...
Sekembalinya ke kelas, aku masukkan laptop ke dalam laci
meja. Selama pelajaran berlangsung aku masih sadar laptopku ada di sana. Nah,
saat pelajaran BK (Bimbingan Konseling), teman-teman dan Bu Hartani bekerja
sama mengerjai Dessy yang sedang ulang tahun. Ia dipanggil ke depan dan
dimarah-marahi. Kami berhasil membuatnya mengangis. Puas sekali. Hahahaha...
Suasana masih dalam rangka mengerjai Dessy. Ada yang
menyiramnya dengan seember air, ada pula yang sekedar mencubit pipinya. Aku pun
terhanyut dalam suasana riuh itu. Aku pun keluar kelas bersama teman-teman
lain. Karena cacing-cacing di perut sudah nggak bisa diajak kompromi, aku
menyegerakan pulang. Sampai di samping mushola, aku tersentak. Kok tempat
kakinya longgar banget ya?
Astaga! Aku baru sadar laptopku nggak ada. Pasti masih di
laci meja. Benar-benar ceroboh aku ini. aku pun kembali ke sekolah dan langsung
berlari ke kelasku yang berada di pojok paling ujung. Sial! Pintunya sudah
dikunci. Aku berlari lagi ke depan, ke pos satpam untuk pinjam kunci. Setelah urusan
ijin peminjaman beres, aku langsung berlari legi ke kelasku, kelas X 5. Kumasukkan
anak kunci ke lubangnya. Pintu terbuka.
Aku langsung menuju mejaku. Kuterngok lacinya. Ah, benar
saja. Laptopku masih di situ. Aku pun langsung mengambilnya sembari keluar
kelas. Pintu kukunci lagi. Barulah aku bisa bernapas lega. Aku pun melenggang
dengan santai untuk mengembalikan kunci di pos satpam. Kemudian tanpa basa-basi
aku langsung pulang.
Ah, laptopku. Aku nggak bisa sehari saja tanpa laptop. Terlebih
akhir-akhir ini. Aku sangat membutuhkannya. Untuk belajar, untuk mengerjakan
tugas, dan tentu saja untuk nge-blog. Aku berjanji nggak akan mengulangi
kecerobohan ini lagi.
kecerobohan terbodoh ..
ReplyDelete