Dalam hitungan jam 2011 segera
berakhir. Hmm, tidak terasa sudah berada di penghujung tahun. Hari ini adalah
hari terakhir di tahun 2011. Yah, tanggal terakhir bulan terkahir. Well,
sebelum benar-benar kita tutup tahun ini ada baiknya jika flashback
sebentar.
Aku masih ingat bagaimana
kronologis jelang 2011. Haha, saat itu benar-benar saat yang tidak nyaman. Saat
‘alien’ mengajakku terbang bersamanya, saat alien marah-marah karena kutolak
ajakannya, dan saat alien men-judgeku telah menghancurkan mimpinya. OMG,
benar-benar kesalahpahaman.
Saat usia berubah, saat itu juga
aku merasakan sesuatu yang amazing. Aku nggak tahu kata apa yang cocok
buat menggambarkan perasaanku waktu itu. Mungkin memang tak ada ulang tahun
yang indah bagiku. Dan beberapa hari setelahnya, berbagai masalah satu demi
satu mulai menghujaniku. Aku ingin mati saat itu. Sueerrr. Dari pada harus
ngerasain rasa sakit yang kian hari kian bertambah.
Untuk kesekian kali mungkin aku
kembali dikhianati di tahun ini. Hahaha, aku sudah tidah tahu bagaimana bentuk
hati kecilku setelah disiksa seperti itu. Tapi, di tengah rasa sakit yang
menderaku aku belajar untuk tetap tegar, untuk tetap kuat, untuk tetap berdiri.
Walau air mata nggak berhenti mengalir, walau kakiku sudah terlalu lelah, walau
kepalaku sudah mau pecah tapi aku tetap bertahan.
Semseter akhir di SMP bagaikan
neraka buatku. Aku benar-benar nggak betah di sekolah. Yang membuatku tetap
tinggal hanyalah malaikat-malaikat dari Tuhan. Meraka adalah CLASTFO (Class A Best Friend Forever). Aku beruntung,
benar-benar beruntung diberi kesempatan bersama mereka selama tiga tahun. Lewat
mereka aku jadi tahu bahwa tak semua makhluk bumi itu jahat. Terimakasih kawan
...
Jelang masa transisi, aku sempat
berpikir aku ingin enyah dari kota ini. Aku sudah terlalu lelah dengan
semuanya. Aku ingin membangun kehidupan yang baru, di lingkungan yang baru,
bersama orang-orang yang baru. Tapi niat itu kusingkirkan. Mengingat ada banyak
kenangan di kota mungil ini. Di sinilah aku benar-benar hidup. Di sini aku
tumbuh dari kelas tiga SD yang masih unyu-unyu sampai sekarang. Karena kota
inilah aku bisa jadi seperti sekarang.
Sekedar memuaskan dahaga, aku
habiskan hampir semua waktu libur untuk bertandang ke kota lama. Nostalgia
dengan teman-teman masa kecil, reunian dengan keluarga besar, kembali memutar
jarum jam ke masa itu, dan yang pasti aku bersenang-senang.
Sekolah baru bagaikan pelarian
buatku. Aku puas-puasin melakukan yang tak bisa kulakukan di sekolah lama. Hingga
kembali lagi masalah menghadangku. Oh no, tidak bisakah aku hidup tenang
dengan ‘sedikit’ masalah saja. Kadang aku capek dengan semuanya. But,
aku masih pingin hidup. Dan lama-lama aku pun mulai terbiasa dengan masalah
bahkan aku mulai menikmatinya.
Actually, sepanjang tahun
ini banyak alien yang mengajakku terbang tapi entah mengapa mereka semua begitu
asing. Dan tak sedikitpun aku tertarik dengan ajakan mereka. Hingga suatu hari, kutemukan lagi alien yang dulu sekali
(bukan yang di awal tahun) sempat mampir ke planetku. Well, aku nggak
ngerti juga secepat itu aku bisa masuk ke dalam piring terbangnya. Tapi, begitu
cepat juga aku hengkang darinya. Memang sepotong kisah yang begitu singkat.
Di tahun 2011 aku kehilangan
orang yang kusayang untuk selama-lamanya. Aku nggak akan pernah bisa ketemu dia
lagi kecuali aku mati. Dia nenekku. Nenek yang aku sayaaang pergi begitu aja
ninggalin aku. Aku masih ingat betul bagaimana dia mendidikku dari anak yang
nggak tahu aturan supaya bisa menjadi wanita Jawa yang anggun. Berkuranglah satu
anggota keluargaku.
Tiga tahun lamanya sejak aku
bercampur dengan orang-orang super pintar, gelar ranking tak pernah lagi
menyapaku. Tapi ia kembali menengokku kemarin. Ranking tujuh. Haha, rasanya
seperti waktu kelas satu SD dulu. Ini benar-benar tak kuduga. Kukira aku
ranking 10 ke bawah, tapi ternyata malah masuk sepuluh besar. Aku pun tersadar,
kelas ini beda dengan di SMP. Haha, but overall aku benar-benar
bersyukur.
Well, itulah 2011-ku. Sekarang
aku siap untuk menutupnya. Selamat tinggal 2011...
^_^