Untuk sebagian besar orang hari Minggu adalah hari yang tenang untuk istirahat atau refreshing. Di mana kita bisa menyegarkan otak yang satu minggu penuh telah diperas. Mungkin bisa dengan beristirahat santai di rumah, atau berjalan-jalan ke tempat wisata dalam kota, bisa juga dengan berkumpul dan bebincang-bincang dengan keluarga. Aku pun berharap begitu. Tapi kita semua tahu, bahwa terkadang harapan memang tak harus sesuai dengan kenyataan. Dan itulah yang harus aku terima hari ini.
Pagi hari, seperti biasa mataku baru bisa terbuka ketika
jarum jam stay di angka enam. Sebagai umat muslim yang beriman, langsung
kuambil air wudhu. Sholat subuh pun aku laksanakan dengan mata setengah terbuka
setengah tertutup sambil sesekali menguap. Saking ngantuknya. Ini pasti
gara-gara malamya aku tidur terlalu larut, seperti biasa.
Saat aku merebahkan diri di ranjang empukku, tiba-tiba aku
teringat akan janjiku mengembalikan buku matematika Yeyen yang tak sengaja
menyusup ke tasku kemarin. Sumpah, aku benar-benar malas. Sempat ingin aku batalkan
niatku itu, tapi aku nggak tega kalau temanku jadi nggak bisa belajar gara-gara
bukunya aku bawa. Padahal besok Senin ulangan matematika. Akhirnya aku
berangkat juga ke Arjosari. Sempat kesasar-sasar sih, maklum ini kali pertama
aku ke sana sendiri.
Urusan buku beres, aku pun mandi, sarapan, kemudian langsung
ke toko jilbab di ujung jalan Cut Nyak Dien, Ploso. Untuk apa aku ke sana? Beli
jilbab pastinya. Ya, sudah beberapa hari aku memakai jilbab ke sekolah, dan
akhirnya aku putuskan untuk memenuhi kewajibanku sebagai wanita muslim. Aku agak
terburu-buru, jadi nggak konsen memilih warna. Yang penting ada sangkut pautnya
dengan baju yang akan aku pakai untuk les fisika.
Lalu, tanpa babibu aku langsung meluncur ke pasar. Aku membeli
1 ons kacang hijau untuk tugas biologi membuat karya ilmiah yang harus
dikumpulkan Sabtu ini. Sampai rumah pun aku langsung praktikum. Kamera, siap. Jepret,
jepret, untuk dokumentasi.
Tak terasa jarum jam sudah menunjuk angka 12. Pukul 12.30
aku harus les fisika. Dalam waktu 30 menit aku sempatkan untuk menyetrika
kerudung dan rok untuk besok. Aku nggak mandi, nggak juga makan, langsung
berangkat. Aku takut terlambat lagi. Oh no! But, aku beruntung. Aku bisa datang
tepat waktu. Yess!!
Materi fisika pun seperti biasa, membosankan dan amat sangat
sangat memusingkan. Pusiiiing. Sebenarnya les fisika baru selesai pukul 16.00
mungkin, tapi sebelum selesai aku pamit duluan. Karena aku ada les kimia pukul
15.30. Sebelum pulang pun aku menyempatkan ke toko jilbab. Karena ternyata
jilbab yang aku beli tadi warnanya kurang match sama baju yang aku pakai.
Aku bisa datang on time saat fisika, tapi saat kimia aku
terlambat lagi. Oh my ghost! Tapi belum terlampau lama kok, jadi aku masih bisa
mengikuti dengan baik. Oke, nice. Selesai kimia, aku jalan-jalan sama Citra
yang berujung ngandok (jajan) di gohek dekat STKIP.
Sampai rumah, langsung mandi tidak lupa gosok gigi. Malam ini
aku hanya bisa mengerjakan PR seni musik karena otak dan tubuhku sudah terlalu
lelah untuk diajak berpikir yang sulit-sulit. Aku memang gila. Bagaimana mungkin
aku bisa sesantai ini di mana besok ada ulangan matematika. Bukan berarti aku
pandai lho. Aku sangat terbelakang pada pelajaran yang satu ini. Terlebih ketika
aku duduk di bangku SMA. Aku bertemu dengan guru yang kurang telaten dalam
memberi pemahaman. Hal ini didukung pula oleh materi yang sulitnya menyundul
langit. Aku memang gila. Bagaimana bisa aku tenang-tenang saja. Bagaimana mungkin
aku bisa begitu cueknya. Aku nggak tahu kenapa begini. Yang jelas, aku sama
sekali nggak bisa bersahabat dengan MATEMATIKA dan GURU MATEMATIKA. Hmmmm...
Tapi satu hal yang bisa aku banggakan pada hari ini. Aku
sukses menjalani semua planning yang sudah aku susun di dalam otakku pagi tadi.
Walaupun ada satu yang nggak terlaksana, yaitu belajar MATEMATIKA. But, over all
90% I was succed today ...
yess, no problem with math ( i wish )
ReplyDelete