Di ruangan sumpek itu tampak
wajah-wajah keleleran. Sebagian dari mereka ada yang terlantar di emperan. Sungguh,
bagaikan korban bencana saja bocah-bocah kelas sepuluh lima. Mereka sengaja
datang pagi. Karena berdasarkan pengumuman kemarin, raport akan dibagikan hari
ini. Tetapi tidak dengan diriku, aku kesiangan. Hahaha.. basi ya? Aku nonton
film sampai pukul 2 pagi.
Pukul 8 aku baru bisa membuka
mata. Segera mandi dan bersiap ke sekolah. Perut yang keroncongan pun terpaksa
kuacuhkan. Kukira, raport telah dibagi tapi ternyata sesampainya di sekolah
pemandangan lesu yang kudapatkan. Bercengkrama menjadi sebuah pilihan untuk
membunuh waktu. Hingga aku tersadar, perutku sedari tadi mengamuk. Bila tak
segera diatasi bisa fatal akibatnya (pingsan). Oh no!
Dari luar, kantin terlihat ramai.
Untunglah tidak ada kakak kelas di situ, melainkan hanya teman seangkatan. Biasanya
ada dua kantin yang buka, tapi kali ini hanya satu. Kantin Mak Nyak. Makanan yang
dijual pun seadanya. Seperti tak ada niat berjualan. Padahal ada banyak
siswa-siswi yang kelaparan. Mungkin bu kantin takut rugi karena hari ini pulang
pagi. Hhh, ya sudahlah.
Tak berapa lama, Pak Ari selaku
wali kelas X-5 datang membawa setumpuk raport bersampul biru. Serentak teman-teman
duduk manis di bangkunya masing-masing. Pak Ari mulai memanggil nama kami satu
persatu ke depan. Sebelum raport dibawa kami harus tanda tangan terlebih dahulu
plus dinasihati. Bla.. bla.. bla..
Hampir semua temanku sudah dibagi
raportnya. Tapi namaku tak kunjung disebut. Aku panik luar biasa. Sepertinya jantungku
berdegup seratus kali lebih cepat dari biasanya. Berkali-kali aku jongkok
berdiri, juga mondar-mandir layaknya setrika.
Tiba-tiba Pak Ari berkata, “Nah,
sekarang tinggal yang sepuluh besar.”
Aku tertegun, sepuluh besar? Mungkinkah
namaku masuk daftar itu sehingga sedari tadi belum dipanggil juga?
Benar saja, setelah beberapa nama
akhirnya namaku disebut juga. Aku masuk sepuluh besar. Aku peringkat ketujuh. Aku
kaget. Aku bingung hendak berkata apa. Mulutku menganga. Aku benar-benar tidak
menyangka. Setelah tiga tahun lamanya namaku tenggelam dari daftar sepuluh
besar, kali ini namaku berhasil masuk. Ya Allah, alhamdulillah...
Aku benar-benar bersyukur. Terlebih
ketika tahu, bahwa penentuan jurusan ada pada semester depan. Itu artinya aku
masih punya kesempatan untuk masuk IPA. Alhamdulillah.. tak henti-henti kata
itu terlontar.
Dan inilah daftar sepuluh besar
di kelas X-5:
Amala
Reysy
Gyra
Iluth
Fauzan
Desi P
Aku
Ardan
Ageng
Mela
\
Well, semoga ini menjadi sebuah
awal yang baik buat perjalanan karierku. Amin..
No comments:
Post a Comment