Categories

December 6, 2011

SPEEDY LEM DOUBLE E part III


               “Eza?” ujarnya.
               “Ah, kamu lama banget Ca. Aku nunggu sampai ubanan nih,” Eza tersenyum.
            Eca benar-benar tidak percaya dengan apa yang sedang dilihatnya. Sahabat yang telah lama pergi ternyata adalah temannya chating selama ini. Tak kuasa lagi ia membendung air matanya. Akhirnya ia menangis tersedu-sedu.
            “Udah ah nangisnya. Cengeng amat,” kata Eza dengan cuek.
            “Kamu tuh nggak tahu aku sedih banget pisah sama kamu. Bertahun-tahun kita putus kontak, apa lagi waktu baru-baru kamu pindah. Di sekolah aku duduk sendiri. Ke sekolah sendiri dan aku gak pernah nemuin sahabat” kata Eca sambil mengelap air  matanya.
            “Bertahun-tahun? Baru tiga tahun, lagian sekarang udah ketemu apa coba yang mau ditangisin. Dasar cewek pasti kebanyakan nonton sinetron,” Eza menganggapi dengan seenaknya.
            “Huh, nggak berubah juga. Tapi ada sedikit sih yang berubah. Mm, lebih ramah, hehe...” kata Eca yang mulai senang.
            “Dah makan?” tanya Eza.
            “Ya belom lah,” jawab Eca singkat.
            “Makan di sawah yuk nini masak sayur asem plus ikan asin plus sambal terasi,” ajak Eza.
            Eca mengangguk. “Tapi ke pantai dulu ya,”
            “Beres,” jawab Eza.
            Sepasang remaja itu kemudian mengayuh sepedanya menuju pantai. Di sana ombak, pasir dan angin sudah menunggu kehadiran mereka. Sementara di sawah sayur asem dan kawan-kawannya juga sudah tidak sabar untuk masuk ke dalam perut dua sahabat sejati yang perlu dicatat dalam sejarah. Eca dan Eza biarpun jarak dan waktu memisahkan mereka tapi mereka tetaplah sahabat yang takkan terpisah. Untung saja di ambang putusnya tali persahabatan itu speedy masih mempersatukannya lagi. Double E bersatu lagi!

No comments:

Post a Comment