Aku nulis postingan ini tujuannya sekedar mengingatkan temen-temen, pembaca, termasuk aku sendiri. Makanan yang kita makan setiap hari nggak boleh asal enak di mulut aja. Terdengar klise mungkin ya? Seperti pelajaran anak SD saja.
Tapi pelajaran SD itu benar sekali. Kita memang seharusnya
makan makanan yang sehat agar tidak sakit perut. Makanan yang sehat itu ya yang
bersih, tidak di kerumuin lalat, dan bahan-bahannya bagus (nggak busuk atau pun
kadaluarsa).
Memang betul, memakan makanan yang sudah dihinggapi lalat
bisa bikin sakit perut. Tau sendiri kan kehidupannya lalat? Lahir aja di temat
kotor (tempar sampah or something yang busuk gitu deh). Kemudian telur lalat
menetas dan jadilah belatung yang menjijikkan. Setelah mengalami beberapa fase,
barulah belatung bermetamorfosis menjadi lalat dewasa yang bisa terbang ke sana
kemari dan hinggap di sana sini.
makanan yang dihinggapi lalat
Lalu ketika ada makanan nganggur yang baunya menyengat pasti
disambangin tuh ama si lalat. Dia yang notabene habis berkecimbung di tempat
sampah langsung nangkring deh di makanan. For example aja makanan yang dijual
di pinggir jalan, udah nggak ditutup, kena debu kendaraan, dihinggapi lalat
pula. Tapi karena terlihat menarik, tergoda deh mata ini untuk membeli. Dan dalam
sekejap, haaapp udah pindah ke perut tuh makanan.
gorengan di pinggir jalan
Guys, makanan tadi udah dijamin seratus persen mengandung
jutaan kuman dan bakteri penyebab penyakit. Bisa bayangkan apa yang akan
terjadi dengan perut kita? Well, untuk waktu singkat mungkin bakal fine-fine
aja. But, satu bulan, satu tahun yang akan datang maybe. Penyakit dalam tubuh
kita barulah benar-benar menggerogoti kesehatan kita. Habis itu, sakit deh.
Ada lagi makanan yang dibuat dari bahan-bahan yang nggak
sehat. Ini mah karena pedangang aja yang curang. Pingin dapat untung
sebesar-besarnya tapi nggak peduli sama kesehatan pembelinya. Untuk membuat
makanan para pedagang yang curang ini biasa menggunkan bahan-bahan yang
kualitasnya buruuuuk sekali.
penggunaan pewarna tekstil pada makanan
Kalo tukang soto yang curang ya sayurannya yang udah pada
busuk. Kalo tukang ayam goreng ya ayamnya pake bangkai-bangkai ayam atau ayam
penyakitan yang udah sekarat. Dan yang makanannya pakai sambal dibuatnya pake
cabe dan tomat yang pada busuk. Udah gitu nggak kira-kira lagi bikin
takarannya. Nah, biar warnanya lebih menarik ditambahin deh pewarna pakaian
untuk sambalnya biar tambah mak nyuus.
Bahkan nih guys, ada juga lho tukang dendeng sapi yang bikin
dendeng dari daging tikus. Idiiiihhh jijik banget nggak sih. Tikus-tikus yang
dipakai antara lain tikus rumah, tikus kebon, tikus tanah, tikus pohon, bahkan
tikus got dan tikus yang di tempat sampah pun juga diembat sama tukangnya.
Astaganaga, separah itukan pedagang makanan jaman sekarang? Pada
nggak mikir dosa apa ya? Makanan-makanan seperti itu bisa dipastikan dapat
mematikan. Nah, kalo si pembeli keracunan dan mati, si pedagang kan berarti
udah membunuh satu orang. Harus dihukum tuh. Tapi biarpun negara kita negara
hukum, masih terlalu lemah dan belum ada ketegasan.
So, penjual-penjual gadungan itu masih bebas berkeliaran dan
berjualan tanpa diketahui aksi mereka. Kalo gini, para pedagang yang super
jenius atau para petugas negara yang rada terbelakang (bego)? Hmmm, masalah
yang nggak boleh dibiarkan berlanjut.
Para pedagang gadungan harus segera ditangkap. Petugas kesehatan
negara pun harusnya sering-sering meberikan penyuluhan kepada para pedagang
biar mereka bener-bener melek tentang pentingnya makanan sehat. Maybe mereka
dulu nggak makan bangku sekolahan jadi nggak ngerti. So, mereka-mereka yang
notabene kaum intelek yang berpendidikan harusnya menjalankan perannya dengan
benar donk!
Sedangkan kita-kita sebagai penikmat kuliner, harus lebih
selektif ya dalam menyeleksi makanan. Ingat-ingat pelajaran SD tentang makanan yang sehat.
Oke?!
^_^
No comments:
Post a Comment