Categories

December 14, 2011

Jangan Asal Makan


Aku nulis postingan ini tujuannya sekedar mengingatkan temen-temen, pembaca, termasuk aku sendiri. Makanan yang kita makan setiap hari nggak boleh asal enak di mulut aja. Terdengar klise mungkin ya? Seperti pelajaran anak SD saja.

Tapi pelajaran SD itu benar sekali. Kita memang seharusnya makan makanan yang sehat agar tidak sakit perut. Makanan yang sehat itu ya yang bersih, tidak di kerumuin lalat, dan bahan-bahannya bagus (nggak busuk atau pun kadaluarsa).

Memang betul, memakan makanan yang sudah dihinggapi lalat bisa bikin sakit perut. Tau sendiri kan kehidupannya lalat? Lahir aja di temat kotor (tempar sampah or something yang busuk gitu deh). Kemudian telur lalat menetas dan jadilah belatung yang menjijikkan. Setelah mengalami beberapa fase, barulah belatung bermetamorfosis menjadi lalat dewasa yang bisa terbang ke sana kemari dan hinggap di sana sini.


 
makanan yang dihinggapi lalat
 
Lalu ketika ada makanan nganggur yang baunya menyengat pasti disambangin tuh ama si lalat. Dia yang notabene habis berkecimbung di tempat sampah langsung nangkring deh di makanan. For example aja makanan yang dijual di pinggir jalan, udah nggak ditutup, kena debu kendaraan, dihinggapi lalat pula. Tapi karena terlihat menarik, tergoda deh mata ini untuk membeli. Dan dalam sekejap, haaapp udah pindah ke perut tuh makanan.


gorengan di pinggir jalan

Guys, makanan tadi udah dijamin seratus persen mengandung jutaan kuman dan bakteri penyebab penyakit. Bisa bayangkan apa yang akan terjadi dengan perut kita? Well, untuk waktu singkat mungkin bakal fine-fine aja. But, satu bulan, satu tahun yang akan datang maybe. Penyakit dalam tubuh kita barulah benar-benar menggerogoti kesehatan kita. Habis itu, sakit deh.

Ada lagi makanan yang dibuat dari bahan-bahan yang nggak sehat. Ini mah karena pedangang aja yang curang. Pingin dapat untung sebesar-besarnya tapi nggak peduli sama kesehatan pembelinya. Untuk membuat makanan para pedagang yang curang ini biasa menggunkan bahan-bahan yang kualitasnya buruuuuk sekali. 

 
penggunaan pewarna tekstil pada makanan

Kalo tukang soto yang curang ya sayurannya yang udah pada busuk. Kalo tukang ayam goreng ya ayamnya pake bangkai-bangkai ayam atau ayam penyakitan yang udah sekarat. Dan yang makanannya pakai sambal dibuatnya pake cabe dan tomat yang pada busuk. Udah gitu nggak kira-kira lagi bikin takarannya. Nah, biar warnanya lebih menarik ditambahin deh pewarna pakaian untuk sambalnya biar tambah mak nyuus.

Bahkan nih guys, ada juga lho tukang dendeng sapi yang bikin dendeng dari daging tikus. Idiiiihhh jijik banget nggak sih. Tikus-tikus yang dipakai antara lain tikus rumah, tikus kebon, tikus tanah, tikus pohon, bahkan tikus got dan tikus yang di tempat sampah pun juga diembat sama tukangnya.

Astaganaga, separah itukan pedagang makanan jaman sekarang? Pada nggak mikir dosa apa ya? Makanan-makanan seperti itu bisa dipastikan dapat mematikan. Nah, kalo si pembeli keracunan dan mati, si pedagang kan berarti udah membunuh satu orang. Harus dihukum tuh. Tapi biarpun negara kita negara hukum, masih terlalu lemah dan belum ada ketegasan.

So, penjual-penjual gadungan itu masih bebas berkeliaran dan berjualan tanpa diketahui aksi mereka. Kalo gini, para pedagang yang super jenius atau para petugas negara yang rada terbelakang (bego)? Hmmm, masalah yang nggak boleh dibiarkan berlanjut.

Para pedagang gadungan harus segera ditangkap. Petugas kesehatan negara pun harusnya sering-sering meberikan penyuluhan kepada para pedagang biar mereka bener-bener melek tentang pentingnya makanan sehat. Maybe mereka dulu nggak makan bangku sekolahan jadi nggak ngerti. So, mereka-mereka yang notabene kaum intelek yang berpendidikan harusnya menjalankan perannya dengan benar donk!

Sedangkan kita-kita sebagai penikmat kuliner, harus lebih selektif ya dalam menyeleksi makanan. Ingat-ingat  pelajaran SD tentang makanan yang sehat. Oke?! 

^_^

No comments:

Post a Comment