Aku baru aja balikin piring ke
dapur. Beberapa menit yang lalu atau bahkan sudah sekitar satu jam yang lalu
aku berhasil menghabiskan satu piring nasi, sayur, dan lauk pauknya. Hal biasa
mungkin, tapi luar biasa bagiku. Mengingat dari kemarin malam aku nggak punya
nafsu makan sama sekali. OMG?! Parah! Seorang pecinta makanan kayak aku bisa
sampek kehilangan selera makan.
Yah, penyebabnya tak lain dan tak
bukan adalah haid yang menyebabkan perutku tidak nyaman. Kembung dan terasa
penuh. Ditambah rasa mual dan ingin muntah. Jadi deh, semalam cuma minum
segelas susu coklat (gelas gede sih). Dan tadi pagi pun hanya minum secangkir
susu coklat (lagi) untuk bekal aktivitas hari ini. Sungguh, perbekalan yang buruk.
Padahal, hari ini masih dalam
rangka Ulangan Umum Semester I. Mapel for today, there were math and Javenese
Culture. Sekarang namanya bukan Bahasa Jawa, tetapi menjadi Budaya Jawa. Nggak tau
tuh siapa yang ganti.
Yang aku rasakan saat mengerjakan
matematika adalah ingin pingsan. Bukan karena tak kuat akan sulitnya soal. Tapi
karena aku belom sarapaaaann. Aaarrrrgggghhhh! Lemess! Lagian, aku nggak ngerti
kok sama pelajaran yang satu ini. Sepertinya nggak ada satu bab atau bahkan
subbab yang benar-benar aku mengerti.
Kenapa yah? Padahal pas kelas
enam SD matematika menjadi sahabat bagiku. Tapi pas SMP sampai SMA dia bagai
musuh dalam selimut. OMG! Bahkan ketika selesai ulangan, dan teman-temanku
asyik membahas soal aku hanya bengong. Melongo bagai sapi ompong. Nggak ngerti
apa yang mereka omongin. Mereka ngomongin rumus-rumus dan bagaimana perasaan
mereka ketika berhasil memecahkan soal nomor 16.
Aku saja tidak tahu, soal nomor
16 itu yang kayak apa. Well, aku emang nggak se-idiot yang kalian bayangkan
kok. Dari 20 nomer pilihan ganda dan 5 nomer essay tadi yang bisa aku kerjakan
dengan murni pemikiranku sendiri sekitar 40%. Sisanya?? Hmmmh, nggak usah lah
aku bocorin. Toh, selama kalian anak sekolahan yang nggak kuno. Baca: KUNO. Kalian
pasti tau gimana caraku menyelesaikannya.
Ah, persetan dengan metematika. Apapun
hasilnya nanti, berapapun nilaiku yang jelas aku pasti HER. Nilaiku tidak
mungkin memenuhi standar untuk mapel yang satu ini. Ulangan harian pertama aku
dapat 60, UTS dapat 35, dan ulangan semester nanti berapa yaaa???
Lanjut, pelajaran berikutnya. Aku
bersyukur, benar-benar bersyukur. Tidak sia-sia aku tertarik pada dunia
pewayangan. Tidak sia-sia aku hafal keluarga Pandhawa. Tidak sia-sia juga aku
tidak belajar sebelumnya. Hehehehe...
Benar-benar mujur nasibku. Ada juga
soal membuat silsilah Pandhawa dan Kurawa dimulai dari begawan Abiyasa. Tidak sia-sia
juga sewaktu SMP aku pernah meminjam buku tentang perang Mahabharata. Syukurlah
..
No comments:
Post a Comment