Seusuatu yang beberapa waktu lalu
membuatku terkesan kini menjadi sosok yang lain. Melihatnya aku malah muak dan
ilfil. Dari situ aku sadar apapun bisa berubah.
Aku mengedit fotoku dengan
Xiu.Xiu. Aku kagum melihat hasilnya. Saat itu, editan maupun gayanya begitu
keren dan natural. Hingga aku memakainya untuk wallpaper dekstop. Tapi sekarang
aku melihat foto itu benar-benar jelek. Baik gayanya, ekspresinya, bahkan
editannya tak lebih indah dari coretan crayon anak TK. Norak.
Lewat hal kecil itu, aku jadi
tahu bahwa sesuatu yang saat ini dianggap paling baik, paling bagus, paling
oke, dan paling perfecto suatu saat bisa berubah seratus delapan puluh
derajat. Lucu memang. Tapi itulah kehidupan. Mengingatkan kita bahwa kehidupan adalah
roda yang terus berputar. Kadang di atas, kadang di bawah.
Seseorang yang saat ini kaya,
bisa saja besok jatuh miskin. Seseorang yang saat ini pintar, bisa saja besok
otaknya rusak parah karena kecelakaan. Seseorang yang saat ini berparas
rupawan, bisa saja menjadi jelek suatu saat.
Seseorang yang saat ini harus
tinggal di gubuk reyot dengan atap yang bocor, bisa saja kelak tinggal di rumah
mewah yang ‘wah’. Seseorang yang saat ini kurang cerdas dalam pelajaran di
sekolah, bisa saja esok menjadi profesor layaknya Albert Einstein. Seseorang yang
saat ini wajahnya buruk dan dekil, bisa saja menjadi cantik/tampan suatu hari.
Semua itu bisa terjadi. Semua
yang tak kita duga. Semua yang kita kira tidak mungkin terjadi, mungkin saja
terjadi. Kehidupan adalah roda. Roda itu selalu berputar. Ia tak selamanya di
atas dan tak selamanya di bawah. Suatu waktu mungkin di atas, tapi bisa saja
angin menggulirkannya ke bawah. Who knows?
Tapi, kapan waktunya tetap
menjadi misteri kehidupan. Kehidupan memang cerdas. Ia bagaikan sutradara
sedangkan kita lakonnya. Kehidupan menyediakan sebuah panggung buat kita. Yang
mana panggung itu bakal menjadi saksi bisu atas apa yang kita perbuat.
Kehidupan pun menyediakan circuit bahkan arena boxing. Do you
know what I mean?
Ada saat di mana kita harus
balapan dengan rival-rival kita. Kita harus melakukan segala cara agar bisa
memenangkan pertandingan. Inilah yang disebut kompetisi. Kehidupan mengajari
kita tentang kemenangan dan kekalahan.
Tak hanya balapan, terkadang kita
dituntut untuk bertarung langsung di hadapan musuh bebuyutan. Kita dituntut
untuk berjuang. Di sini, kehidupan menguji ketangguhan kita.
Well, itulah sepenggal
cerita tentang kehidupan yang bisa dipetik dari hal konyol yang kualami. Tak
ada yang abadi semuanya bisa berubah.
^_^
No comments:
Post a Comment