Waktu adalah sesuatu yang sangat berharga bagi orang yang
menghargainya. Orang barat bilang waktu adalah uang. Orang Islam bilang waktu
adalah pedang. Mana yang benar? Relatif. Tergantung mana yang kita anut.
Waktu adalah kehidupan. Kehidupan itu ada pada waktu. Bagaimana kehidupan
itu berjalan tergantung bagaimana kita memanfaatkan waktu yang ada. Tuhan maha
adil. Setiap umatnya diberi waktu 24 jam setiap harinya. Ada orang yang dalam
satu hari bisa berpindah dari benua satu ke benua yang lain. Ada yang hanya
berdiam diri saja di dalam kamar. Ada yang dalam waktu satu hari mampu
menyelasaikan berbagai macam masalah. Ada yang hanya duduk diam terpaku.
Waktu terus berputar. Seperti bumi yang selalu berotasi dan
berevolusi sesuai porosnya. Tak pernah berhenti sekejap pun. Karena apabila
waktu berhenti sedetik saja, maka usailah kehidupan. Tak ada lagi kehidupan. Mati.
Waktu harus dimanfaatkan. Dari bangku sekolah dasar bahkan
taman kanak-kanak sering sekali mendengar kalimat itu. Jangan membuang-buang
waktu. Bukan sekedar ungkapan, tapi adalah kenyataan. Waktu tak akan kembali
karena waktu terus berlari. Waktu tak butuh istirahat, karena waktu tak pernah
lelah. Sekali waktu lelah, ia akan istirahat untuk selamanya.
Waktu itu tak perlu dijaga, karena waktu tak pernah menjaga
kita. Waktu itu tak perlu ditunggu, karena waktu tak menunggu kita. Bahkan kerapkali
waktu meninggalkan kita. Kerap kali kita tertinggalkan oleh waktu. Sekali tertinggal,
tak akan bisa kita menyuruhnya menunggu. Karena waktu tak pernah menunggu.
Waktu tak boleh mengatur kita. Kitalah yang seharusnya
mengatur waktu. Waktu tak boleh menguasai kita. Kita yang seharusnya menguasai
waktu. Tetapi terkadang waktu sangatlah liar, tidak jinak. Sehingga waktu sulit
untuk diatur, dikuasai, maupun dikendalikan. Untuk bisa menjinakkan waktu tak
semudah menjinakkan anak anjing. Butuh kecerdasan dan kemauan yang keras. Karena
waktu bisa lemah bila ada tekad.
Waktu bukan mainan. Jadi, jangan sekali-kali bermain-main
dengannya. Seperti yang dikatakan orang Islam, “Waktu adalah pedang”. Pedang itu
tajam. Pedang bisa membunuh musuh dengan sekali tebas. Tetapi, apabila
pemiliknnya tak bisa memakai, salah-salah ia bisa tergores atau bahkan tersayat
oleh pedangnya. Seperti waktu yang bisa menyayat hidup kita apabila tak bisa
kita kuasai.
No comments:
Post a Comment