Categories

December 21, 2011

Pasukan Laron Dataaaang!




Selesai sholat magrib perutku keroncongan. Aku bergegas ke dapur. Kubuka tudung saji. Ada oseng buncis, semur ayam, tempe goreng, dan lainnya lupa. Sepertinya enak, batinku. Aku pun mengambil piring di rak. Telah disendok, berikut sayur dan lauk pauknya.

Lagi enak-enak makan, eh si gendut bikin heboh. Dia teriak-teriak minta dibikin nasi goreng. Mama yang dari tadi udah bilang capek, malah nurutin permintaan tu bocah. Coba kalo aku, behh. Dan si gendut pun mendapatkan nasi gorengnya.

Selesai makan, aku berniat membaca buku di ruang tamu. But, oh my ghost! Lampu di ruangan itu penuh dirubung puluhan laron. Gila. Aku geleng-geleng kepala. Dasar sialan tu laron malah pada nyamperin aku yang terpaku.

Segera kumatikan lampu. Ehh, mereka pindah ke kamarku. S**t. Lampu kumatikan, mereka bubar. Bodoh, laptop masih menyala di atas kasur. Aduh, laptop aku dikerumunin laron. Buru-buru aku tutup deh ga peduli yang penting mati. Gak ada cahaya dan laronnya pergi.

Yess! Sekarang rumahku kayak goa gelapnya. Cocok lah sama julukan kota Pacitan (kota 1001 goa). Uhh, boring deh gelap-gelapan di rumah. Ambil kunci motor, muter-muter bentar lah sama adek. Pulang-pulang rumah sudah terang kembali dan sudah bebas laron.

^_^

No comments:

Post a Comment