Selesai sholat magrib perutku
keroncongan. Aku bergegas ke dapur. Kubuka tudung saji. Ada oseng buncis, semur
ayam, tempe goreng, dan lainnya lupa. Sepertinya enak, batinku. Aku pun mengambil
piring di rak. Telah disendok, berikut sayur dan lauk pauknya.
Lagi enak-enak makan, eh si
gendut bikin heboh. Dia teriak-teriak minta dibikin nasi goreng. Mama yang dari
tadi udah bilang capek, malah nurutin permintaan tu bocah. Coba kalo aku, behh.
Dan si gendut pun mendapatkan nasi gorengnya.
Selesai makan, aku berniat
membaca buku di ruang tamu. But, oh my ghost! Lampu di ruangan itu penuh
dirubung puluhan laron. Gila. Aku geleng-geleng kepala. Dasar sialan tu laron
malah pada nyamperin aku yang terpaku.
Segera kumatikan lampu. Ehh,
mereka pindah ke kamarku. S**t. Lampu kumatikan, mereka bubar. Bodoh, laptop
masih menyala di atas kasur. Aduh, laptop aku dikerumunin laron. Buru-buru aku
tutup deh ga peduli yang penting mati. Gak ada cahaya dan laronnya pergi.
Yess! Sekarang rumahku kayak goa
gelapnya. Cocok lah sama julukan kota Pacitan (kota 1001 goa). Uhh, boring deh
gelap-gelapan di rumah. Ambil kunci motor, muter-muter bentar lah sama adek. Pulang-pulang
rumah sudah terang kembali dan sudah bebas laron.
^_^
No comments:
Post a Comment