Categories

December 19, 2011

Beres-Beres Kamar



16/12. Hujan rintik-rintik di luar sana. Ku lihat bilik ini berantakan nian. Buku berserakan di atas kasur. Sprei tertarik sana-sini. Bahkan bedak, pelembab dan sabun scrub  juga bersarang di atas ranjang yang baru kemarin sore spreinya diganti. Di bawah, tikar sholat tergeletak begitu saja. Padahal sudah beberapa hari ini si empunya tidak menjalankan ibadah tersebut. Tas laptop pun beralih fungsi menjadi tas darurat. Barang-barang yang kemarin malam berserakan, dimasukkan paksa ke dalamnya karena kantuk membuat malas mengembalikan semua ke tempat yang benar.

Lima menit yang lalu, keadaan berantakan itu diatasi. Buku-buku ditata lalu ditumpuk di rak bersama buku lainnya. Bedak, pelembab, dan sabun scrub diletakkan kembali di atas rak buku. Tikar sholat digulung kemudian disematkan di sudut. Tas laptop biru yang tadinya menjadi tas darurat dibedah. Isinya dikeluarkan. Ada kabel data USB, modem, sisir, penggaris 30 cm, makanan berbahaya, dan peniti.

Haaatttccchhhhiiiinnnggg!! Uups, cuaca dingin membuatku bersin.

Aku menggantungkan kabel data USB pada paku dekat stop kontak. Flashdisk yang bersembunyi di balik bantal aku jejalkan ke dalam tempat pensil kuningku, begitu pun dengan modem yang untuk beberapa hari ini terpaksa dicuekin. Apa boleh buat, aku belum ada anggaran lebih buat mengisi kuota kembali. Sisir, penggaris, serta kaca genggam aku lempar pada kotak bening di atas meja. Sedangkan peniti, ia masuk ke dalam kotak imut oranyeku bersama aksesoris lainnya.

Kulirik lemari kecilku. Diatasnya ada empat botol dan satu gelas plastik. Tiga botol Kiranti dan satu botol Oxy. Semuanya sudah kosong. Seharusnya aku membuang sejak kemarin-kemarin. Tapi beginilah aku dengan segudang kemalasanku. Kuraih semuanya, ku taruh di dapur. Sebelum kembali, aku sempatkan minum segelas air putih. But, uhuuk uhuuuk. Aku tersedak.

Kini tinggal bereskan sprei. Tarik sana sedikit, tarik sini sedikit, sematkan ke dipan, dan beres. Sapu lidinya mana ya? Ah itu dia nanggkring di meja. Brak brak brak. Ritual menggebrak kasur. Entah budaya dari mana. Yang aku tahu, dari dulu orang tuaku selalu melakukan ini ketika akan tidur dan ketika membereskan kasur.

Nah, selesai sudah. Kamarku rapi kemali. Aku pun menghamburkan diri ke atas tempat tidur dan mulai mengetik. Ehh, ternyata ketikanku sudah selesai dan jadilah tulisan ini.

^_^

No comments:

Post a Comment