Categories

December 11, 2011

Keep This Feeling


Rasanya nyaman banget. Damaiiii banget. Apa ya? Aneh sich. Tapi gimanaa gitu. Beneran deh, ini mimpi apa nyata? Udah lama banget aku nggak ngerasain kenyaman yang kayak gini. Rasanya tuh nyaman. Nyaman yang nyaman banget. Kok bisa ya? Aku juga mikir. Rasanya nyamaaaaaaan beneran nyaman. Seperti gak ada beban, gak ada masalah, gak ada tanggungan yang harus dipenuhi. Gak ada. Rasanya seperti anak kecil yang terbaring di atas kasurnya yang empuuk dan hangat. Dikelilingin bantal dan guling yang menjaganya agar bila ia terlelap ia tak jatuh dari ranjang. Lalu selimut tebal melindungi tubuh mungilnya agar hawa yang dingin tak merasuk ke tulangnya yang masih lemah. Segelas susu coklat pun habis diteguk si bocah. Tak lupa boneka teddy bear dipeluknya erat-erat. Lampu dibiarkan menyala agar ia tak ketakutan ketika tengah malam mimpi buruk mengahampiri. Bisa dibayangkan posisi anak kecil itu? Nah, kira-kira kenyaman seperti itulah yang aku rasakan saat ini. Padahal pada kenyataannya aku memang sedang di atas tempat tidur, tapi bukan berbaring melainkan duduk sila sambil mengetik kata per kata untuk tulisan ini. Aku tidak berbalut selimut tebal, kecuali sepasang babby-doll berbahan kaos. Aku tidak habis minum susu, tetapi malah obat dan minuman pereda nyeri haid datang bulan. Aku tidak dikelilingi bantal dan guling, benda-benda berserakan di atas ranjangku. Aku bukanlah babbygirl yang nggak punya masalah apa-apa. Besok aku ulangan. Ulangan Umum malah. Tapi tak ada sedikit pun rasa cemas yang mengusikku. Rasanya, damai. Kedamaian. Sebuah ketenangan yang hanya bisa kurasakan pada saat-saat tertentu dalam hidupku. Namun, rasa ini begitu nyata kurasakan saat ini. Detik ini. Sepertinya aku tidak ingin melepaskan kenyamanan ini. Aku tahu tak setiap saat aku bisa benar-benar menrasakannya. Tidak setiap hari. Bahkan tidak setiap bulan. Maka dari itu, aku ingin memenjarakan kenyamanan ini selama mungkin.

No comments:

Post a Comment