Categories

December 13, 2011

Penyakit Sehari-Hari

 


Tiga hari terakhir aku tengah mengalami siklus bulanan cewek. Haid. Semua cewek normal pasti mengalaminya. Dan kalian pasti tau gimana rasanya nyeri haid.

Well, aku bukan mau ngebahas about nyeri haid. But, aku mau sharing pengalaman aku aja barang kali bisa jadi pelajaran buat para pembaca.

Dari kecil, aku punya kebiasaan mual sampai muntah kalo telat makan. Dalam kata lain, gampang masuk angin. Dan menginjak remaja, kebiasaan itu bukan hilang tapi malah tambah parah. Malah timbul gelaja-gejala maag berupa mual, perut kembung, nyeri di bagian lambung, dan akan terasa sakiiit bila diisi makanan. Itu yang pertama.

Lalu, ada lagi ‘penyakit baru’ yang menyerangku di usia emas ini. Anemia atau kurang darah atau orang-orang biasa menyebut darah rendah. Padahal anemia dan darah rendah itu beda lho. Anemia adalah keadaan di mana jumlah sel darah merah berada di bawah normal. Sementara darah rendah adalah kondisi tekanan darah seseorang yang di bawah normal. Beda lho jumlah sel darah sama tekanan darah. Lalu yang aku derita? Kedua-duanya.

Berikut hal-hal yang sering aku rasakan :

Sehabis duduk, jonggok, atau tiduran dalam waktu cukup lama akan pusing jika berdiri.

Kalo kelewat waktu makan maksimal dua kali akan timbul gejala pingsan ( pusing, kepala terasa berat, lemas, keringat dingin mengalir, suara-suara seakan menjauh, pengelihatan kabur, mata berkunang-kunang, dan dalam hitungan menit sekeliling terlihat semakin gelap, apabila sudah samapi pada taraf yang terakhir akan ada dua kemungkinan. Pertama pingsan, kedua bertahan hingga satu jam tanpa asupan makanan).

Tidak bisa bertahan lama di bawah terik matahari (contoh: upacara)

Sering terlihat pucat karena kurangnya trombosit dalam darah.

Itu tadi perihal anemia. Lalu sekarang beralih pada masalah sebelum anemia. Gejala-gejala maag yang mugkin bukan aku seorang yang mengalaminya.

Telat makan, lambung nyeri.

Makanan terlalu masam, lambung perih.

Ketidaknyamanan yang amat sangat pada perut bagian kiri atas.

Apabila perut dipukul pelan, bunyinya dung dung dung. Tetapi hanya di bagian kiri atas.

Perut sakit apabila tubuh membungkuk.

Itu baru gejala maag akut. Maag akut adalah maag yang menyerang tiba-tiba dan rasanya ... emang sakit sih. Untuk mengatasinya aku biasa minum obat maag. Apabila pada suatu keadaan terpaksa harus telat makan, aku akan minum obat maag sepuluh menit sebelum makan di waktu makan berikutnya.

Lalu untuk mengatasi anemia, jangan makan sedikit. Makan yang banyak dan yang bergizi, agar nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh terpenuhi paling tidak sebagian besar. Bila perlu minum suplemen penambah darah dan multivitamin untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

That's all. ^_^

No comments:

Post a Comment