Categories

November 29, 2011

THE DAMN WIRE


 
Matahari sudah tinggi saat aku membuka mata. Seperti minggu sebelumnya, untuk hari ini, besok, dan lusa siswa kelas X dan XI masuk pukul delapan karena kelas XII try out. Merdeka deh bisa nyantai. Tapi ralat, santai di pagi hari adalah impossible thing untukku. Selalu terburu-buru dan tak pernah punya waktu lebih lama. Itu karena aku selalu bangun satu jam sebelum bel sekolah berbunyi. Jadi mau santai dari mana?

Aku bersyukur, kelas masih sepi. Hanya beberapa siswa bergerombol membincangkan tugas. Kulirik bangku paling belakang deret kedua dari timur. Kosong. Untunglah, aku berhasil datang duluan. Tak ada sabotase bangku oleh Nur. Aku meletakkan tas sembari menyeret Yeyen ke kantin. Seperti biasa, aku berangkat sekolah dengan perut kosong padahal mama yang baik hati selalu masak pagi-pagi untuk menyediakan sarapan.

Lagi-lagi Citra datang dengan wajah kusut. Entah sudah keberapa kalinya ini terjadi. Kali ini file TTS tugas ekonomi kami hilang karena laptopnya tiba-tiba merestart sendiri. Aku tidak tahu harus beri komentar apa. Karena ini tugas kami, dia yang mengerjakan, dan aku bagian terima beres. Aku mengerti perasaan kesalnya. Aku juga sering mengalami hal seperti itu. Sedang asyik mengetik cerpen, tiba-tiba listrik padam dan aku lupa mensave ketikanku.

Pelajaran pertama adalah Ekonomi. Jangan tanya apakah semalam aku sudah belajar. Aku hanya belajar jika ada hasrat di hati saja. Pak Bambang, yang akrab dipanggil Pak Be datang. Sebelum pelajaran dimulai terlebih dahulu kami menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Ini merupakan salah satu pendidikan karakter untuk menumbuhkan rasa nasionalisme pada generasi muda yang kian terkikis.

Ulangan harian dibagikan. Mayoritas salah delapan dari tiga puluh nomer soal, termasuk aku. Padahal soal diambil dari LKS yang notabene sudah diisi. Dengan kata lain tinggal menyalin saja. Tapi karena kurang teliti gini deh hasilnya. Kemudian langsung melanjutkan materi Permintaan dan Penawaran. Bel berbunyi. Saatnya ganti pelajaran.

Aku segera mebereskan buku, bergegas menuju Lab. TIK. Bu Tata sudag menunggu kami di sana. Tugas hari ini susah banget. Masih tentang Pascall. Dan ini juga dipersulit dengan partnerku yang sedang kurang solid. Aku bingung si Citra kenapa sih. Baru sampai di kelas, sudah ditunggu Pak Wondo di Lab. Kimia. Sebenarnya hari ini ptaktikum. Sebenarnya asyik sih. Tapi kok aku merasa ada yang aneh aja.

Sampai ketika keluar laboratorium hendak cuci kaki di tempat wudhu mushola, aku tertegun melihat jalan kecil yang mendadak jadi parkiran. Aku benar-benar menyesali pihak sekolah yang memasang terop di depan mushola pisan. Aku tahu cuma ada space kecil untuk lewat. Aku pun berusaha sehati-hati mungkin. Tapi naas, rokku nyangkut di kawat beton yang menyembul keluar.

Ketika aku mencoba melangkahkan kaki, tiba-tiba gubrakkk!!! Telapak tanganku membentur paving. Serentak terdengar tawa dari teman-teman yang sedang memakai sepatu di depan Lab. “Shit!” umpatku dalam hati. Terbahak-bahak Citra datang melepaskan rokku dari kawat beton sialan itu. Belum cukup, rokku sobek melintang sekitar 5 cm. Aaarrrrgggghhhhh!!! Sial!!!

Hanya pelajaran pertama yang berdomisili di dalam kelas. Pelajaran terakhir, Bahasa Arab pun di perpustakaan. Hmmmm, sepertinya guru-guru mulai sadar akan kebosanan kami belajar di kelas. Pulang sekolah niatnya mau ngerjain tugas, tapi nggak ada internet cafe yang buka. Berhubung hujan pun kian deras, aku putuskan untuk pulang saja.

2 comments: