Matahari sudah tinggi saat aku membuka mata. Seperti minggu sebelumnya, untuk hari ini, besok, dan lusa siswa kelas X dan XI masuk pukul delapan karena kelas XII try out. Merdeka deh bisa nyantai. Tapi ralat, santai di pagi hari adalah impossible thing untukku. Selalu terburu-buru dan tak pernah punya waktu lebih lama. Itu karena aku selalu bangun satu jam sebelum bel sekolah berbunyi. Jadi mau santai dari mana?
Aku bersyukur, kelas masih sepi. Hanya
beberapa siswa bergerombol membincangkan tugas. Kulirik bangku paling belakang
deret kedua dari timur. Kosong. Untunglah, aku berhasil datang duluan. Tak ada
sabotase bangku oleh Nur. Aku meletakkan tas sembari menyeret Yeyen ke kantin. Seperti
biasa, aku berangkat sekolah dengan perut kosong padahal mama yang baik hati
selalu masak pagi-pagi untuk menyediakan sarapan.
Lagi-lagi Citra datang dengan
wajah kusut. Entah sudah keberapa kalinya ini terjadi. Kali ini file TTS
tugas ekonomi kami hilang karena laptopnya tiba-tiba merestart sendiri. Aku
tidak tahu harus beri komentar apa. Karena ini tugas kami, dia yang
mengerjakan, dan aku bagian terima beres. Aku mengerti perasaan kesalnya. Aku juga
sering mengalami hal seperti itu. Sedang asyik mengetik cerpen, tiba-tiba
listrik padam dan aku lupa mensave ketikanku.
Pelajaran pertama adalah Ekonomi.
Jangan tanya apakah semalam aku sudah belajar. Aku hanya belajar jika ada
hasrat di hati saja. Pak Bambang, yang akrab dipanggil Pak Be datang. Sebelum pelajaran
dimulai terlebih dahulu kami menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Ini merupakan
salah satu pendidikan karakter untuk menumbuhkan rasa nasionalisme pada
generasi muda yang kian terkikis.
Ulangan harian dibagikan. Mayoritas
salah delapan dari tiga puluh nomer soal, termasuk aku. Padahal soal diambil
dari LKS yang notabene sudah diisi. Dengan kata lain tinggal menyalin saja. Tapi
karena kurang teliti gini deh hasilnya. Kemudian langsung melanjutkan materi
Permintaan dan Penawaran. Bel berbunyi. Saatnya ganti pelajaran.
Aku segera mebereskan buku,
bergegas menuju Lab. TIK. Bu Tata sudag menunggu kami di sana. Tugas hari ini
susah banget. Masih tentang Pascall. Dan ini juga dipersulit dengan partnerku
yang sedang kurang solid. Aku bingung si Citra kenapa sih. Baru sampai
di kelas, sudah ditunggu Pak Wondo di Lab. Kimia. Sebenarnya hari ini
ptaktikum. Sebenarnya asyik sih. Tapi kok aku merasa ada yang aneh aja.
Sampai ketika keluar laboratorium
hendak cuci kaki di tempat wudhu mushola, aku tertegun melihat jalan kecil yang
mendadak jadi parkiran. Aku benar-benar menyesali pihak sekolah yang memasang
terop di depan mushola pisan. Aku tahu cuma ada space kecil untuk lewat.
Aku pun berusaha sehati-hati mungkin. Tapi naas, rokku nyangkut di kawat beton
yang menyembul keluar.
Ketika aku mencoba melangkahkan
kaki, tiba-tiba gubrakkk!!! Telapak tanganku membentur paving. Serentak terdengar
tawa dari teman-teman yang sedang memakai sepatu di depan Lab. “Shit!” umpatku
dalam hati. Terbahak-bahak Citra datang melepaskan rokku dari kawat beton sialan
itu. Belum cukup, rokku sobek melintang sekitar 5 cm. Aaarrrrgggghhhhh!!!
Sial!!!
Hanya pelajaran pertama yang
berdomisili di dalam kelas. Pelajaran terakhir, Bahasa Arab pun di
perpustakaan. Hmmmm, sepertinya guru-guru mulai sadar akan kebosanan kami
belajar di kelas. Pulang sekolah niatnya mau ngerjain tugas, tapi nggak ada internet
cafe yang buka. Berhubung hujan pun kian deras, aku putuskan untuk pulang saja.
unfotgotten moment .. !
ReplyDeletenice picture ..
ReplyDeleteaku nemu di mbah google .. :)