Categories

November 28, 2011

DAMAI KOTAKU



Sore tadi aku jalan-jalan sejenak mengitari jantung kota. Sekedar membeli tas laptop di toko computer, aku sempatkan mengamati kotaku yang mungil ini. Sejak aku hijrah ke sini akhir 2004 silam hingga sekarang Pacitan telah mengalami banyak perubahan. Trotoar alun-alun yang hanya ramai di bagian timur kini bagian barat pun penuh kaki lima. Sajian khas pinggir jalan semakin kompleks saja tersaji. Trotoar yang di desain seperti di kota-kota besar itu benar-benar menjadi pelengkap suasana. Orang-orang duduk bersila sembari bercengkrama.

Di sebelah utara alun-alun, tepat di depan pendopo anak-anak muda biasa berkumpul. Sekedar nongkrong, hotspotan, atau bermain basket. Suasana riuh yang selalu terdengar mulai pukul empat sore hingga pukul 10 malam.

Pacitan kota yang nyaman. Jalanannya bersih, tak ada sampah di trotoar, polusi masih terkendali, susana seperti inilah yang akan selalu dirindukan. Kejahatan tak pernah marak seperti di kota besar. Penduduknya ramah-ramah. Bahkan pelayan toko saja masih ingat denganku yang sudah berbulan-bulan tak pernah menginjakkan kaki di situ.

Jalanan basah, bekas diguyur hujan. Hawanya sejuk, aku betah berlama-lama di jalan. Pacitan benar-benar kota yang mungil. Aku hafal semua jalan-jalannya. Sangat mudah beradaptasi di tempat ini. Kendaraan bermotor belum terlalu banyak. Jadi kita masih bisa bersepeda menyusuri kota. Anak sekolah pun banyak yang memakai sepeda. Bahkan para pegawai sekalipun. Di sini tak perlu membuat jalur khusus untuk sepeda.
Frekuensi kendaraan masih seimbang dengan jalan. Bayangkan, di sini jaraaaaaang sekali terjadi kemacetan. Paling-paling kalau ada event tertentu saja yang membuat warga pacitan keluar rumah semua. Hehehehe ..

1 comment: