Menulis bukanlah hal yang sulit. “Terang saja, lha wong situ penulis.” Kata beberapa orang. Tapi tidak pada kenyataannya. Semua orang bisa menulis dan membuat tulisan. Tapi tidak semua orang mau menulis dan membuat tulisan. Pepatah “ada kemauan, ada jalan” memanglah benar kenyataannya. Kita tidak akan menemukan jalan ke pasar jika kita tidak mau pergi ke pasar. Sekalipun pasar itu berjarak dekat dengan kita.
Menulis bisa diawali dari hal-hal kecil seperti menulis diary misalnya. Ceritakan saja apa yang kita alami, kita rasakan, dan kita lewati seharian. Bahasa bukan masalah. Diary bukan artikel yang akan dibaca para sastrawan terkemuka. Diary adalah tempat menuangkan unek-unek yang tidak bisa diungkapkan lewat lisan. Lewat tulisan kita bebas berekspresi. Kita mau menulis apa saja tidak ada larangan.
Apabila kita telah terbiasa menuliskan setiap momen yang terlewat di atas lembaran-lembaran kertas, kita bisa merangkainya, mengembangkannya, menyusunnya, menjadi sebuah cerita fiksi atau karangan belaka. Dengan mengganti tokoh aku menjadi si A atau si B atau si C. Mereka-reka jalan cerita sesuai keinginan kita. Bisa dipendekkan, bisa pula dipanjangkan. Bisa diceritakan dari awal, atau langsung pada pokok permasalahan.
Bahkan sah-sah saja jika kita ingin memulainya dari akhir tragedi.
Jangan pernah takut salah dalam menulis. Jangan pernah ragu untuk memulai. Sebuah cerita yang panjang pasti diawali dengan beberapa rangkaian kata-kata. Siapa tahu rangkaian kata yang kita buat adalah awal dari cerita yang panjang.
Menulis tak ubahnya bicara. Kita hanya memindahkan kata-kata dari mulut ke tangan dan tangan mengolahnya menjadi tulisan. Betapa sederhananya bukan? Ayolah, menulislah. Untuk diri sendiri, untuk orang terdekat, sampai menulis untuk dunia. Mulailah sesuatu yang besar dengan hal-hal kecil. Jangan pernah takut mencoba.
No comments:
Post a Comment